Pemicu Awal Perang Dunia II
Pemicu Awal Perang Dunia II, adalah berkembangnya ideologi fasisme. Salah satu faktor utama yang memicu rangkaian peperangan tersebut adalah munculnya ideologi fasisme di beberapa negara. Di tengah meningkatnya ketegangan global dan persaingan antarnegara, muncul pula kerja sama antarnegara yang seideologi. Pada saat yang sama, tiga negara berideologi fasis, yakni Italia, Jerman, dan Jepang, membentuk aliansi yang dikenal sebagai Blok Poros atau Pakta Roma–Berlin–Tokyo.
Namun terdapat perbedaan dalam interpretasi fasisme di antara ketiga negara tersebut, semuanya mengarah pada tindakan ekspansi dan merendahkan bangsa lain. Hal ini menjadi pemicu upaya mereka untuk menguasai wilayah negara lain.
Faktor lain yang mempercepat pecahnya perang adalah kebijakan Appeasement (politik mengalah demi perdamaian) yang diterapkan oleh Inggris dan Prancis. Mereka mencoba memuaskan ambisi Jerman agar menghindari perang. Namun, kebijakan ini justru membuat Jerman semakin agresif.

Awal Keterlibatan Negara Lain
Setelah serangan ke Polandia, negara-negara lain mulai terlibat dalam konflik besar ini. Jerman, bersama sekutunya Italia dan Jepang, berupaya menguasai wilayah Eropa dan Pasifik.
-
Italia bergabung sejak 1936 melalui serangkaian perjanjian.
-
Jepang bergabung pada Desember 1941 dengan menyerang Amerika Serikat di Pearl Harbor.
Ketiga negara ini kemudian berhadapan dengan Blok Sekutu yang terdiri dari Inggris, Prancis, Uni Soviet, Amerika Serikat, Republik Tiongkok, Belanda, Polandia, dan beberapa negara lainnya.
Faktor Umum dan Khusus Penyebab Perang Dunia II
Umum
-
Persaingan negara-negara maju dalam memperkuat militer dan persenjataan.
-
Terbentuknya dua blok besar akibat politik koalisi.
-
Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menjaga perdamaian dunia.
Khusus
-
1 September 1939: Jerman menyerang Danzig (Polandia), yang menjadi wilayah pengawasan LBB.
-
3 September 1939: Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman.
-
7 Desember 1941: Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii.
Negara-Negara yang Terlibat dalam Perang Dunia II
Blok Sekutu
-
Uni Soviet
-
Amerika Serikat
-
Imperium Britania
-
Pemerintah Nasionalis Republik Tiongkok
-
Prancis
-
Polandia
-
Kanada
-
Australia
-
Selandia Baru
-
Uni Afrika Selatan
-
Yugoslavia
-
Kerajaan Yunani
-
Norwegia
-
Belanda
-
Belgia
-
Cekoslowakia
-
Brasil
Negara klien dan boneka Sekutu: Filipina, Mongolia.
Blok Poros
-
Jerman
-
Jepang
-
Italia
-
Hongaria
-
Rumania
-
Bulgaria
Negara pendukung Blok Poros: Finlandia, Thailand, Irak, Spanyol.
Negara klien dan boneka Blok Poros: Manchukuo, Republik Sosialis Italia, Kroasia, Slowakia.
Tokoh-Tokoh Penting Perang Dunia II
Pemimpin Blok Sekutu
-
Winston Churchill (Inggris)
-
Franklin D. Roosevelt (Amerika Serikat)
-
Josef Stalin (Uni Soviet)
-
Chiang Kai-shek (Republik Tiongkok)
Pemimpin Blok Poros
-
Adolf Hitler (Jerman)
-
Hirohito (Jepang)
-
Benito Mussolini (Italia)
Jalannya Perang Dunia II
Perang di Eropa
Hitler memulai invasi ke Polandia setelah membuat perjanjian rahasia dengan Uni Soviet pada 23–24 Agustus 1939 untuk membagi wilayah Polandia. Pada 1 September 1939, Jerman resmi menyerang Polandia.
Pada 3 September 1939, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Perang di Eropa pun dimulai.
Penyerangan Belanda dan Dampaknya
Pada 10 Mei 1940, Jerman menyerang Belanda melalui jalur udara dan darat. Setelah hanya tiga hari pertempuran, Belanda menyerah pada 14 Mei 1940. Dampaknya meluas ke Hindia Belanda (Indonesia), di mana pemerintah kolonial Belanda menyita aset-aset milik warga Jerman.
Ratusan warga Jerman diinternir di Sumatra, dan pada Januari 1942, mereka dipindahkan menggunakan kapal Van Imhoff. Sayangnya, kapal ini diserang Jepang dan tenggelam, mengakibatkan kematian lebih dari 400 orang, termasuk pelukis terkenal Walter Spies.
Serangan ke Prancis
Setelah menundukkan Belanda, Jerman melanjutkan serangan ke Belgia dan Prancis. Kejatuhan Belanda dan Prancis memperkuat posisi Jerman di Eropa Barat.
Perang di Asia
Serangan Jepang ke Pearl Harbor
Sementara itu, semenjak akhir 1930-an, ketegangan antara Jepang dan Amerika Serikat meningkat. Puncaknya terjadi saat Jepang menyerang Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Serangan ini menewaskan lebih dari 2.400 tentara Amerika dan menyebabkan Amerika Serikat resmi terlibat dalam Perang Dunia II.
Armada Jepang terdiri dari enam kapal induk, dua kapal tempur, dan ratusan pesawat tempur.
Kampanye Militer Jepang
Setelah serangan Pearl Harbor, Jepang melancarkan serangan di berbagai wilayah Asia dan Pasifik, termasuk Filipina, Malaya, dan Hindia Belanda.
Dampak Perang Dunia II terhadap Indonesia
Sejak 8 Maret 1942, Jepang menguasai Indonesia. Dampaknya terasa di berbagai sektor:
Sosial
-
Pemuda Indonesia dipaksa kerja paksa (romusha).
-
Wajib mengikuti organisasi semi-militer seperti Seinendan, Keibodan, dan PETA.
Politik
-
Jepang menggandeng tokoh agama dan nasionalis untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Ekonomi
-
Jepang mengambil alih kegiatan ekonomi dan mewajibkan rakyat menyerahkan 30% hasil panen.
Baca Juga di : Tentang Sejarah Dunia